Kisah Pengacara, Alzheimer dan PR dari Masa Lalu di Drama Memory

Tiya ES  

Dari sekian banyak drama Korea yang pernah saya tonton, drama ‘Memory’ adalah yang paling bisa menguras air mata. Drama keluarga dengan latar belakang hukum ini, menceritakan proses seorang manusia yang mulai kehilangan kemampuannya menyimpan ingatan. Tapi saat semua seperti telah diujung tanduk, alzheimer menyadarkannya akan hal-hal penting yang tadinya dia abaikan: moral, keluarga, dan identitas.

Drama Memory menceritakan kehidupan Park Tae-suk (Lee Sung-min), pengacara terkenal dari firma hukum Taesun yang sangat tersohor di Korea Selatan. Ia dikenal sebagai pengacara berhati dingin yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan kliennya. Meski begitu, di dalam keluarga ia adalah anak, suami, dan ayah yang bertanggung-jawab.

Dia sangat mencintai ibunya yang telah berjuang membesarkan dan menyekolahkannya dalam kondisi perekonomian yang sulit. Istrinya yang pendiam serta tak banyak menuntut, Seo Young-joo (diperankan Kim Ji-soo), juga telah mempermudahnya menjalankan keluarga dengan dua anak, satu lelaki yang duduk di bangku sekolah menengah pertama dan seorang anak perempuan di usia sekolah dasar.

Foto-foto: Asianwiki

Suatu hari, sebuah kasus malapraktik di Rumah Sakit Hankuk menyeret seorang dokter muda anak Menteri Kesehatan, yang ternyata juga kolega pemilik rumah sakit. Selain keluarga korban, pihak yang turut menuntut pelaku malapraktik adalah dokter Kim Sun-hoo, seorang dokter senior di rumah sakit yang sama. Untuk menyelamatkan kliennya, Tae-suk melakukan negosiasi dengan sang dokter.

Tak sengaja, Tae-suk menemukan rahasia Dokter Kim yang ternyata didiagnosa alzheimer enam bulan sebelumnya. Pengacara Park mengancam Dokter Kim, jika tak mau berkompromi dan berdamai saja, dia akan membuka rahasia tersebut yang jelas-jelas bisa menghancurkan karier sang dokter selamanya. Apalagi, dokter Kim saat itu tengah mempersiapkan pernikahan anak gadisnya, sehingga kabar penyakitnya tentu akan menjadi guncangan hebat mengingat alzheimernya berasal dari garis keturunan, yang artinya secara genetik bisa dibawa putrinya.

Entah karena terpukul atau bagaimana, esok hari pasca negosiasi kejam itu, Dokter Kim ditemukan meninggal bunuh diri di taman rumahnya. Park Tae-suk yang mendengar kabar itu, terkejut bukan main. Di hari yang sama, hasil MRI akibat kecelakaan yang dia alami dua hari sebelumnya juga keluar, mendiagnosanya sebagai penderita Alzheimer tahap awal.

Asianwiki

Karma ternyata dikirim sangat cepat, begitu pikirnya. ‘Kesialan dalam hidup datang diam-diam dan tanpa pemberitahuan. Kau tidak tahu, orang tidak akan tahu selama tidak mengalami sendiri’, begitu ucapan Dokter Kim padanya, sehari sebelum meninggal.

Perubahan Besar

Datangnya penyakit yang tak bisa diobati itu, membawa perubahan besar dalam hidup Tae Suk. Pekerjaannya takkan bisa mentolelir kondisinya yang perlahan melupakan banyak hal. Dengan tetap merahasiakan sakitnya, ia tegak berdiri bertekad memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukannya. Ia ingin mengembalikan martabatnya sebagai pengacara, anak berbakti, suami yang baik, dan ayah yang bisa dibanggakan putra putrinya.

Alzheimer, membuat Tae-suk mudah lupa pada memori baru, tetapi justru memunculkan banyak kenangan lama. Berkali-kali, dia tak bisa membedakan masa lalu dan masa kini. Sayangnya, kenangan lamanya lebih banyak didominasi ingatan buruk dan sedih ketimbang hal-hal menyenangkan. Ia mengingat ibunya yang miskin dan terus disakiti ayahnya, berjuang untuk memberikan hidup yang layak baginya. Ia lupa bahwa Hakim Na Eun-sun (diperankan Park Jin-hee) sudah lama bercerai darinya. Dia juga lupa kalau Dong Woo, anak hasil pernikahannya dengan Hakim Na, sudah lama meninggal karena kasus tabrak lari.

Ia beberapa kali pulang ke rumah Hakim Na dan mengira dirinya masih tinggal disitu. Dia memanggil Jung Woo (Nam Da-reum), anak hasil pernikahannya dengan Seo Yo sebagai Dong Woo (anak pertamanya dari pernikahan dengan Hakim Na, yang sudah meninggal 15 tahun sebelumnya). Pengacara Park yang teliti dan runtut itu, juga mulai lupa pada detail kasus yang ditanganinya. Bahkan, usai menjadi pemateri pada sebuah talk show di stasiun televisi, dia menjinjing pulang tas sampah dan meninggalkan tas kerjanya.

Walau beralasan jika lupanya itu akibat lelah atau mabuk, orang-orang di sekelilingnya mulai berfikir ada yang salah pada Pengacara Park. Mereka heran dengan si gila kerja yang suka menghalalkan segala cara, mulai mempertimbangkan sisi moral dari tindakan-tindakannya. Tae-suk mulai menyadari anugerah yang dia miliki ketika kelebihan-kelebihan itu perlahan hilang dari genggamannya.

Asianwiki

Di tempat kerja, Pengacara Park memiliki bawahan pengacara muda Jung Jin (diperankan member 2pm Lee Jun-hoo) dan sekretaris cantik bernama Bong Sun-hwa (dimainkan Yoon So-hee). Meskipun awalnya kerap tak sejalan, Jung Jin akhirnya menjadi partner yang baik. Saat mengetahui penyakit yang diderita atasannya, Jung Jin menunjukkan perannya sebagai kolega yang bisa diandalkan. Sementara Sun-hwa, adalah jenis sekretaris militan yang benar-benar bisa menjaga dan membantu bosnya untuk bekerja senormal mungkin.

Selain berbagai persoalan hukum, drama ini memotret dengan begitu apik dan detail mengenai alzheimer. Penurunan kondisi membuat Tae-suk kerap lupa dimana menaruh dompet atau HP, lupa jalan, tak ingat dimana memarkir mobil, tercampurnya ingatan lama dan baru, dll. Drama ini juga memotret secara detil bagaimana psikologis tokoh utama dalam menerima perubahan kondisi dirinya sendiri. Ada saat-saat dimana ia merasa putus asa, namun berusaha bertahan mengingat ia sebagai tulang punggung keluarga.

Seperti penyakit lain yang butuh obat, penderita alzheimer menggunakan koyo khusus yang dipasang di bagian tubuh tertentu. Ada kejadian Tae-suk menggunakan koyo-nya lebih dari dosis seharusnya dengan alasan agar lebih nyaman. Tak disangka, dia justru mengalami gejala keracunan akibat over dosis. Karena merahasiakan sakitnya, dia juga sempat kesulitan menyimpan dan mengatur jadwal penggunaan obatnya dari orang lain.

Asianwiki

Dengan kesehatan tak lagi prima, Tae Suk kembali berjuang mengungkap tabir kematian Dong Woo. Kejadian tragis yang hampir lewat 15 tahun tersebut, ternyata melibatkan bos besar firma hukum tempatnya bekerja. Selain kasus itu, dirinya juga berusaha menyelesaian kasus hukumnya yang menyebabkan seorang pemuda tak bersalah mendekam belasan tahun di penjara. Itu adalah kasus hukum terakhirnya yang tak ia tuntaskan sebelum bergabung di Firma Hukum Taesun.

Pada akhirnya, bos firma hukum Taesun, pemilik rumah sakit Hankuk, dan Tae-suk, memiliki jalinan benang dari masa lalu. Anak Tae Suk, Dong-woo mengalami tabrak lari yang pelakunya adalah anak pemilik firma hukum Taesun. Sedangkan kasus pembunuhan yang ditangani Tae-suk sebelum bekerja di Taesun, melibatkan anak pemilik Rumah Sakit Hankuk.

Tak seperti umumnya drama Korea yang didominasi pemain muda, tampan, dan cantik, drama ini mengambil pria paruh baya sebagai tokoh sentral. Nampaknya kehadiran Jun-hoo 2pm dan Yoon So-hee yang dapat bagian romance, menjadi pancingan untuk menarik penonton usia muda. Kisah percintaan mereka pun dihadirkan dengan tidak biasa, terkesan lebih banyak saling menjaga image dan tak terus terang.

Yup, untuk kamu yang ingin tontonan berkualitas, yang bikin nangis-nangis, namun setelahnya jadi segar tercerahkan, drama besutan sutradara Park Chan-hong yang diputar TvN pada 18 Maret-7 Mei 2016 lalu ini recomended banget. (*)

Drama : Memory
Pemain : Lee Sung-min, Kim Ji-soo, Lee Jun-hoo, Yoon So-hee, Park Jin-hee.
Sutradara : Park Chan-hong
Penulis : Kim Ji-woo
Jaringan : TvN
Rilis : 18 Maret – 7 Mei 2016
Runtime : Jumat dan Sabtu, 20.30
Episode : 16
Bahasa : Korea
Negara : Korea Selatan